LINTAS DAPUWA

Headlines News :

,

,
,
https://bintangdapuwamo.blogspot.co.id/. Diberdayakan oleh Blogger.

    dapuwamo yoka

    dapuwamo yoka

    kata

    kata
    Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan

    Foto-Foto Festival Budaya Papua di SMK YPPGI YEZKIEL Dumupa idakebo atau Makewapa Kab,Dogiyai.

    Bnadung Jawa Barat .WWW.Bintang dapuwamo.co.id./BD/.

    Foto-Foto di bhwa ini adalah Festivl Budy Mee Paniai papua, SMK YPPGI YEZKIEL DUMUPAI idakebo Kab.Dogiyai.
    Doc oleh: Yan Dapuwa ST.
















    Penulis Adalah Mahasiswa Kuliah Bandung Jawa Barat. Hub: 081220060002 atau Website: www.Bintang dapuwamo.ci.id.

    FESTIVAL BUDAYA SISWA/I SMK YPPGI YEZKIEL IDKEBO KAB KAB.DOGIYAI ANGKATAN PERTAMA

    Bandung Jawa Barat.www.Bintang dapuwamo.com/BD/.
    Festival Budaya Siswa/i SMK YPPGI YEZKIAL DUMUPA Distrik kamu utara Kabaupaten
    Dogiyai.
    Idakebo Atau Makewapa siswa/i SMK YPPGI YEZKIAL DUMUPA telah melakukan Satu dalam Festival Tarian Adat Suku Mee yang di wariskan oleh tete nene moyang dari turun temurun,Kegiatan adat Suku yang telah diselenggarakan Oleh siswa/i SMK YPPGI YEZKIAL DUMUPA di selenggarakan Pada 23 Maret 2016 di Makewpa atau idakebo.
    Siswa/i smk yppgi idakebo Anggkatan pertama dengan Dua Jurusn Yaitu : Peternakan dan perkebunan, sehingga Angkatan pertama yang telah mengadakan Festival Budaya Melalui Bakar batu secara tradidional Papua.Foto-foto Festival Budaya klik disini :http://bintangdapuwamo.blogspot.co.id/2016/04/foto-foto-festival-budaya-papua-di-smk.html

    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. Di SMK terdapat banyak sekali Program Keahlian.
    Kami bangga karena sumua Pakean adat itu untuk slah satu Cara mempertahankan Budaya Meewo dide pada umumnya papu.

    Kita ketahui bahwa Indonesia mempunyai banyak daya tarik yang sangat berbeda, terutama mengenai suku, ras, budaya dan agama. Dalam konteks kebudaya dari setiap suku yang ada di Indonesia khususnya daerah Papua memiliki beberapa daya tarik kebudaya yakni pakaian adat, rumah adat, tingka laku budaya, intraksi budaya, artefak dll.

    Salah satu budaya Papua yang keunikan menarik perhatian bagi semua wisatawan lokal maupun mancanegara adalah budaya suku Mee. Secara pengertian kata dari Meeatau paniai adalah “manusia” yang memiliki akal, budi dan pikiran. 

    Dengan demikian, suku Mee merupakan suku yang berdiam dan menetap di beberapa kabupaten (Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai),itu semua hanya satu bnhsa (Mee) kemudian tersebar ke kabupaten-kabupaten lain yang ada di Papua dan kini suku Mee dapat disebut sebagai Meeuwodide atau mee Pago yang berarti kelompok atau komunitas suku Mee yang memiliki satu tujuan untuk membangun Meeuwodide/Mee pago yang sejahterah dalam sistem sosial budaya yang harmonis. Suku Mee memiliki daya tarik budaya yang unik adalah Koteka dan Moge. Apa arti Koteka dan moge.?

    Koteka adalah pakaian untuk menutupi kemaluan laki-laki, sedangkan Moge adalah pakaian untuk menutupi kemaluan perempuan maka saling membutuhkan antara pria dan wanita sebgai alat peraga pelengakap pada tubuh. Pada dasarnya zaman ke zaman sejarah telah mengungkapkan bahwa suku Mee memiliki budaya yang paling menarik perhatian bagi wisatawan lokal maupun wisatawan manca-negara, sampai waktu ini, beberapa wisatawan yang kunjungi dan membeli alat tradisional suku Mee untuk dipergunakan sebagai hiasan atau cindera mata setempat. 

    Secara praktisnya koteka dan moge digunakan dalam kehidupan sehari-hari bagi suku Mee, untuk rutinitas upacara adat, pesta dansa, pestival budaya, pernikahan perkawinan, dan juga sebagai pakaian adat sehari-hari.Festival Budaya Seperti saat ini Ade-ade SMK YPPGI (Yayasan persekolahan pendidikan Gereja Injil) di MAKEWAPA atau idakebo Selain dari itu, masa sekarang koteka dan moge digunakan sebagai festival budaya, pentas tari-tarian tradisional antar daerah, penjemputan kepala pemimpin provinsi maupun daerah serta kaum agama maupun Budaya. Oleh karena itu, dalam bidang pariwisata dapat mengkaji bahwa budaya suku Mee adalah budaya yang berkaitan dengan sistem sosial budaya di mana memiliki nilai totalitas, tata sosial, dan tata laku manusia sebagai moral penerus generasi muda Papua. 

    Seperti praturan undang-undang No.11 Tahun 2010 tentang CAGAR BUDAYA yang berperan penting dalam kepariwistaan dan masyarakat yang mempelajari kebudayan yang ada. Maka dari itu, Pariwista sangat penting untuk mengembangkan budaya yang unik dan budaya yang dapat menarik perhatian dunia, terutama dalam mempersiapkan masyarakat yang maju dan berkembang pada budayanya. 

    Sehingga koteka dan moge memiliki keunikan yang unggul dalam pelestarian budaya bangsa bagi generasi muda Meeuwo dide.
    Akhir kata saya walaupun kita selesi sarjana  S1 ,S2.S3. itupun juga kita kembali ke Daerah pasti kembali kebudaya.

    Penulis adalah Mahasiswa Papua, Kuliah di Bandung Kigai koukai koya.

    Hub: 081220060002 atau Website: www.Bintang dapuwamo.ci.id.




    BUDAYA MEUWO DIDE YANG TELAH BERLALU.

    OPINI

    OLEH : JHON DUMUPA

    Bandung./.Bintangdapuwamo.Co.id./
    Adakan Pestifal Budaya, Mengancam Budaya Suku Mee
    Tuhan ciptakan manusia didunia, memiliki berbagai Suku, Ras, Agamanya berbeda. kami suku mee adalah salah satu suku  yang ada di papau tempatnya di deiyai, dogiyai, paniai, bahkan nabire yang memiliki ras dan budayanya sendiri. Budaya adalah salah satu adat istiadat yang dimiliki oleh suku mee. Kebudayaan suku mee terdiri dari ada beberapa jenis adalah sebagai berikut:
    1.     Koteka                                                       6. Pitii
    2.     Moge,                                                         7. Yatoo
    3.     Ukaa mapegaa                                         8.  Bebii  agiyaa
    4.     Mee Megee                                               9.  kaidoo
    5.     Amapaa kagamapaa                               10. meetawa
    11. bekoo, mamoo 
    1.     Koteka adalah, sebutan pakaian tradisional suku mee yang digunakan oleh  kaum laki-laki di papua khususnya Meeuwoo.’ yang dibuat dari buah labu yang panjang
    2. Mogee adalah sebutan pakaian tradisional suku mee yang digunakan oleh  kaum prempuan untuk menutupi kemaluan, yang dibuat dari kulit kayu. mogee ada 2 jenis perbedaan yaitu,
    a). Danee mogee, adalah pakaian kaum prempuan meeuwoo yang  statusnya sudah menikah (Wakagoo bagee).
     b), Dugaa mogee, adalah pakaian kaum prempuan meeuwoo yang statusnya belum nikah (apii). 
     3. Ukaa Mapegaa adalah sebutan senjata tradisional suku mee yang bisa di gunakan oleh kaum kali-laki . Ukaa mapega adalah dua jenis perbedakan gunakannya adalah:
    a.     Ukaamapegaa biasa, digunakan saat berburu.
    b.     Ukamapegaa leluhur,  adalah digunakan saat pergi meninggalkan kampung halaman (duaa uwinegaa), gunakan saat mengadakan pasar adat (Yuwoo), dan saat pergi ke rumah adat (Emaidaa).
    1. Mee Megee adalah sebutan uang tradisional turung temurung suku mee yang berintraksi satu daerah dan daerah lain. Meemegee gunakan saat pernikahan, pasar adat, dan gunakan saat kebutuhan lain. Meemegee ada berbagai jenis yaitu: Yoo, Mukaa, Bodiyaa, Dedegee, Cimii, Ciwii dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
    1. Amapaa Kagamapaa adalah pakaian tradisional suku mee yang bisa digunakan oleh kaum laki-laki.
    1. Pitii adalah sebutan tali ikat pinggang tradisional suku mee yang digunakan oleh kaum laki-laki untuk menginkat Koteka.
    1. Yatoo adalah sebutan kain tradisonal suku mee yang digunakan oleh kaum prempuan, yang dibuat dari kulit kayu.
    1. Bebii Agiyaa adalah sebutan tas tradisional suku mee yang  digunakan oleh masyarakat sendiri. Bebii agiya ada dua jenis perbedaan yaitu: bebii agiyaa besar dan kecil.
    a)     Yang besar adalah digunakan untuk mengisi barang-barang hasil paneng dan untuk mengendong bayi.
    b)     Yang kecil adalah digunakan untuk mengisi barang-barang pribadi, seperti dompet (Megeutee), ubi (notaa), musik tradisional (kaidoo), korek api (bekoo mamoo) dan barang -barang pribadi lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu 
    1. Kaidoo adalah sebutan alat musik tradisional suku mee yang dibuat dari jubi (idaa/idee) yang digunakan oleh kaum laki-laki suku mee yang dimainkan saat kesedian muncul di hati seseorang untuk mengibur orang tersebut. Kaidoo ada dua jenis perbedaan yaitu, tekoo kaidoo, dan neguu kaidoo.:
    a.     Tekoo kaidoo adalah alat tradisional yang digunakan oleh kaum laki-laki yang statusnya belum nikah
    b.     Neguu kaidoo adalah alat tradisional yang digunakan oleh kaum laki-laki yang statusnya sudah menikah, (Yamee adamaa).
    1. Mee Tawaa adalah sebutan rokok tradisional suku mee yang selalu orang mee ditanam disamping rumahnya masing-masing.
    2. Bekoo Mamoo adalah sebutan korek api tradisional suku mee yang selalu dipakai saat membakar hutang, memasang api untuk masak-masakan makanan sehari-hari, dan pakai saat memasang rokok
    Beberapa poin tersebut yang disebutkan diatas adalah budaya/adat-istiadat yang turung temurung oleh moyang,  Tapi masyarakat suku mee terpengaruh dengan budaya/adat-istiadat orang asing (luar) maka gunakan budaya gunakannnya  tidak sesuai dengan yang sudah ada, tetapi  asal-asalan.
    Kata asal-asalan yang saya tuturkan  diatas, bukan seenaknnya ungkapkan,  tapi kenyataan yang kita lihat dengan mata kepala di Meeuwoo adalah saat adakan pestifal budaya, mengunakan pakaian adat-istiadatnya tidak sesuia dengan yang sudah turung-temurung oleh moyang kita. Contohnya:
    a)  kaum prempuan yang sudah menikah tapi  memakai pakaian adatnya dugaa moge, apakah itu benar sesuai budaya atau tidak?,
    b)   Saat kaum prempuan menggunaan pakaian mereka (mogee), tapi berwarna-warni, Apakah itu budaya kita atau tidak?,
    c)  Saat pestifal budaya adakan yang ikut sertakan dalam kegiatan tersebut, ada yang menggunakan sepatu ataupun sandal, apakah itu benar-benar budaya kita atau tidak?,
    d)  Saat upacara adat kaum prempuan sering memakai  bea (amaa apumaii) apakah itu budaya kita atau tidak?
    e)  Saat upara adat tradisonal suku mee kadang-kadang kaum prempuan menggunakan mengunakan celana dalam, apakah itu budaya kita atau tidak?
    Saya pribadi sendiri katakan itu salah, karena lima poin pertanyaan tersebut diatas adalah bukan budaya kita yang turung temurung oleh moyang. Tiga poin itu sebutkan saja budaya asing (Pendatang) yang masuk kemeeuwoo untuk merusak atau mengamcam sosial budaya yang sudah ada di daerah meeuwoodide.
    Sebenarnya namanya Pestifal budaya adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat  mee untuk melestarikan budaya leluhur. Maka itu masyarakat yang ikut sertakan dalam kegiatan tersebut dan orang-orang yang memegang atau mengadakan pestifal budaya harus belajar dan pahami betul-betul, budaya suku mee itu apa?
    Meeuwoodide pada zaman sekarang hidup di pandangan orang lain, seperti orang –orang asing (Afrika, Amerika) menurut saya tidak sangat Efektif dan efisien, budaya kita suku mee sudah lupa atau ketinggalan zaman, pada hal budaya suku mee adalah budaya yang turung temurung dari moyang kita, tetapi kenapa zaman sekarang lupa dengan budaya kita, mala ikut atau terpengaruh dengan budaya asing (Pendatang)?

    Permasalahan tersebut diatas saya mahasiswa berasal meeuwodide tegaskan kepada kaum intektual meeuwodide bahwa, jangan kita terpengaruh dengan budaya-budaya asing (pendatang), tapi mari kita satukan barisan untuk melestarikan budaya tersebut, karena budaya kita adalah salah satu citra Tuhan yang berikan kepada kita.
    Kiranya bisa memhami  dan melestarikan budaya kita suku mee.
    Penuli Adalah INATA NAWE YOKA Bandung Jawa Barat.
                                                                                       Bandung 05/01/2016


                                                                                   Jhon dumupa Bomaka Yoka.
     
    Support : tabloidjubi | papualive | suarawiyaimana
    Copyright © 2011. BINTANGDAPUWAMO - All Rights Reserved
    Template Created by papuabaratprov Published by merdeka
    Proudly powered by Blogger