Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Foto-Foto Festival Budaya Papua di SMK YPPGI YEZKIEL Dumupa idakebo atau Makewapa Kab,Dogiyai.
07.45.00
Label:
BUDAYA
FESTIVAL BUDAYA SISWA/I SMK YPPGI YEZKIEL IDKEBO KAB KAB.DOGIYAI ANGKATAN PERTAMA
07.22.00
Bandung Jawa Barat.www.Bintang dapuwamo.com/BD/.
Festival Budaya Siswa/i
SMK YPPGI YEZKIAL DUMUPA Distrik kamu utara Kabaupaten
Dogiyai.
Idakebo
Atau Makewapa siswa/i SMK YPPGI YEZKIAL DUMUPA telah
melakukan Satu dalam Festival Tarian Adat Suku Mee yang di wariskan oleh tete
nene moyang dari turun temurun,Kegiatan adat Suku yang telah diselenggarakan
Oleh siswa/i SMK YPPGI YEZKIAL DUMUPA di selenggarakan Pada 23 Maret 2016 di Makewpa atau idakebo.
Siswa/i
smk yppgi idakebo Anggkatan pertama dengan Dua Jurusn Yaitu : Peternakan dan
perkebunan, sehingga Angkatan pertama yang telah mengadakan Festival Budaya Melalui
Bakar batu secara tradidional Papua.Foto-foto Festival Budaya klik disini :http://bintangdapuwamo.blogspot.co.id/2016/04/foto-foto-festival-budaya-papua-di-smk.html
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Merupakan
salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang
menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada
jenjang pendidikan menengah sebagai
lanjutan dari SMP/MTs atau
bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui
sama/setara SMP/MTs. Di SMK terdapat banyak sekali Program Keahlian.
Kami
bangga karena sumua Pakean adat itu untuk slah satu Cara mempertahankan Budaya
Meewo dide pada umumnya papu.
Kita ketahui bahwa Indonesia mempunyai banyak daya tarik yang sangat
berbeda, terutama mengenai suku, ras, budaya dan agama. Dalam konteks kebudaya
dari setiap suku yang ada di Indonesia khususnya daerah Papua memiliki beberapa
daya tarik kebudaya yakni pakaian adat, rumah adat, tingka laku budaya,
intraksi budaya, artefak dll.
Salah satu budaya Papua yang keunikan menarik perhatian bagi semua
wisatawan lokal maupun mancanegara adalah budaya suku Mee. Secara pengertian
kata dari Meeatau paniai adalah “manusia” yang memiliki akal, budi dan
pikiran.
Dengan demikian, suku Mee merupakan suku yang berdiam dan menetap di
beberapa kabupaten (Nabire, Paniai,
Dogiyai, dan Deiyai),itu semua hanya satu bnhsa (Mee) kemudian tersebar ke
kabupaten-kabupaten lain yang ada di Papua dan kini suku Mee dapat disebut
sebagai Meeuwodide atau mee Pago yang berarti kelompok atau komunitas suku Mee
yang memiliki satu tujuan untuk membangun Meeuwodide/Mee pago yang sejahterah
dalam sistem sosial budaya yang harmonis. Suku Mee memiliki daya tarik budaya
yang unik adalah Koteka dan Moge. Apa arti Koteka dan moge.?
Koteka adalah pakaian untuk menutupi kemaluan laki-laki, sedangkan Moge
adalah pakaian untuk menutupi kemaluan perempuan maka saling membutuhkan antara
pria dan wanita sebgai alat peraga pelengakap pada tubuh. Pada dasarnya zaman
ke zaman sejarah telah mengungkapkan bahwa suku Mee memiliki budaya yang paling
menarik perhatian bagi wisatawan lokal maupun wisatawan manca-negara, sampai
waktu ini, beberapa wisatawan yang kunjungi dan membeli alat tradisional suku
Mee untuk dipergunakan sebagai hiasan atau cindera mata setempat.
Secara praktisnya koteka dan moge digunakan dalam kehidupan sehari-hari
bagi suku Mee, untuk rutinitas upacara adat, pesta dansa, pestival budaya,
pernikahan perkawinan, dan juga sebagai pakaian adat sehari-hari.Festival
Budaya Seperti saat ini Ade-ade SMK YPPGI (Yayasan
persekolahan pendidikan Gereja Injil) di MAKEWAPA atau idakebo Selain dari
itu, masa sekarang koteka dan moge digunakan sebagai festival budaya, pentas
tari-tarian tradisional antar daerah, penjemputan kepala pemimpin provinsi
maupun daerah serta kaum agama maupun Budaya. Oleh karena itu, dalam bidang
pariwisata dapat mengkaji bahwa budaya suku Mee adalah budaya yang berkaitan
dengan sistem sosial budaya di mana memiliki nilai totalitas, tata sosial, dan
tata laku manusia sebagai moral penerus generasi muda Papua.
Seperti praturan undang-undang No.11 Tahun 2010 tentang CAGAR BUDAYA yang
berperan penting dalam kepariwistaan dan masyarakat yang mempelajari kebudayan
yang ada. Maka dari itu, Pariwista sangat penting untuk mengembangkan budaya
yang unik dan budaya yang dapat menarik perhatian dunia, terutama dalam
mempersiapkan masyarakat yang maju dan berkembang pada budayanya.
Sehingga koteka dan moge memiliki keunikan yang unggul dalam pelestarian
budaya bangsa bagi generasi muda Meeuwo dide.
Akhir kata saya walaupun kita selesi sarjana S1 ,S2.S3. itupun juga kita kembali ke Daerah pasti kembali kebudaya.
Penulis adalah Mahasiswa Papua, Kuliah di Bandung Kigai koukai koya.
Label:
BUDAYA
BUDAYA MEUWO DIDE YANG TELAH BERLALU.
03.13.00
OPINI
OLEH : JHON DUMUPA
Bandung./.Bintangdapuwamo.Co.id./
Adakan
Pestifal Budaya, Mengancam Budaya Suku Mee
Tuhan
ciptakan manusia didunia, memiliki berbagai Suku, Ras, Agamanya berbeda. kami
suku mee adalah salah satu suku yang ada
di papau tempatnya di deiyai, dogiyai, paniai, bahkan nabire yang memiliki ras
dan budayanya sendiri. Budaya adalah salah satu adat istiadat yang dimiliki
oleh suku mee. Kebudayaan suku mee terdiri dari ada beberapa jenis adalah
sebagai berikut:
1.
Koteka 6.
Pitii
2.
Moge, 7.
Yatoo
3.
Ukaa mapegaa 8. Bebii
agiyaa
4.
Mee Megee 9. kaidoo
5.
Amapaa kagamapaa 10. meetawa
11.
bekoo, mamoo
1.
Koteka
adalah, sebutan pakaian tradisional suku mee yang digunakan oleh kaum laki-laki di papua khususnya Meeuwoo.’
yang dibuat dari buah labu yang panjang
2.
Mogee
adalah sebutan pakaian tradisional suku mee yang digunakan oleh kaum prempuan untuk menutupi kemaluan, yang
dibuat dari kulit kayu. mogee ada 2 jenis perbedaan yaitu,
a).
Danee mogee, adalah pakaian kaum prempuan meeuwoo yang statusnya sudah menikah (Wakagoo bagee).
b), Dugaa mogee, adalah pakaian kaum prempuan
meeuwoo yang statusnya belum nikah (apii).
3. Ukaa Mapegaa adalah sebutan senjata
tradisional suku mee yang bisa di gunakan oleh kaum kali-laki . Ukaa mapega
adalah dua jenis perbedakan gunakannya adalah:
a.
Ukaamapegaa biasa, digunakan saat berburu.
b.
Ukamapegaa leluhur, adalah digunakan saat pergi meninggalkan
kampung halaman (duaa uwinegaa), gunakan saat mengadakan pasar adat (Yuwoo),
dan saat pergi ke rumah adat (Emaidaa).
- Mee Megee adalah sebutan uang tradisional turung temurung suku mee yang berintraksi satu daerah dan daerah lain. Meemegee gunakan saat pernikahan, pasar adat, dan gunakan saat kebutuhan lain. Meemegee ada berbagai jenis yaitu: Yoo, Mukaa, Bodiyaa, Dedegee, Cimii, Ciwii dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
- Amapaa Kagamapaa adalah pakaian tradisional suku mee yang bisa digunakan oleh kaum laki-laki.
- Pitii adalah sebutan tali ikat pinggang tradisional suku mee yang digunakan oleh kaum laki-laki untuk menginkat Koteka.
- Yatoo adalah sebutan kain tradisonal suku mee yang digunakan oleh kaum prempuan, yang dibuat dari kulit kayu.
- Bebii Agiyaa
adalah sebutan tas tradisional suku mee yang digunakan oleh masyarakat sendiri. Bebii agiya
ada dua jenis perbedaan yaitu: bebii agiyaa besar dan kecil.
a)
Yang besar adalah digunakan untuk mengisi
barang-barang hasil paneng dan untuk mengendong bayi.
b)
Yang kecil adalah digunakan untuk mengisi
barang-barang pribadi, seperti dompet (Megeutee), ubi (notaa), musik
tradisional (kaidoo), korek api (bekoo mamoo) dan barang -barang pribadi lain
yang tidak bisa disebutkan satu persatu
- Kaidoo adalah sebutan alat musik tradisional suku mee yang dibuat dari jubi (idaa/idee) yang digunakan oleh kaum laki-laki suku mee yang dimainkan saat kesedian muncul di hati seseorang untuk mengibur orang tersebut. Kaidoo ada dua jenis perbedaan yaitu, tekoo kaidoo, dan neguu kaidoo.:
a.
Tekoo kaidoo adalah alat tradisional yang
digunakan oleh kaum laki-laki yang statusnya belum nikah
b.
Neguu kaidoo adalah alat tradisional yang
digunakan oleh kaum laki-laki yang statusnya sudah menikah, (Yamee adamaa).
- Mee Tawaa
adalah sebutan rokok tradisional suku mee yang selalu orang mee ditanam
disamping rumahnya masing-masing.
- Bekoo Mamoo adalah sebutan korek api tradisional suku mee yang selalu dipakai saat membakar hutang, memasang api untuk masak-masakan makanan sehari-hari, dan pakai saat memasang rokok
Beberapa
poin tersebut yang disebutkan diatas adalah budaya/adat-istiadat yang turung
temurung oleh moyang, Tapi masyarakat
suku mee terpengaruh dengan budaya/adat-istiadat orang asing (luar) maka
gunakan budaya gunakannnya tidak sesuai
dengan yang sudah ada, tetapi
asal-asalan.
Kata
asal-asalan yang saya tuturkan diatas,
bukan seenaknnya ungkapkan, tapi kenyataan
yang kita lihat dengan mata kepala di Meeuwoo adalah saat adakan pestifal
budaya, mengunakan pakaian adat-istiadatnya tidak sesuia dengan yang sudah
turung-temurung oleh moyang kita. Contohnya:
a) kaum
prempuan yang sudah menikah tapi memakai
pakaian adatnya dugaa moge, apakah itu benar sesuai budaya atau tidak?,
b) Saat kaum prempuan menggunaan pakaian mereka
(mogee), tapi berwarna-warni, Apakah itu budaya kita atau tidak?,
c) Saat
pestifal budaya adakan yang ikut sertakan dalam kegiatan tersebut, ada yang
menggunakan sepatu ataupun sandal, apakah itu benar-benar budaya kita atau
tidak?,
d) Saat
upacara adat kaum prempuan sering memakai
bea (amaa apumaii) apakah itu budaya kita atau tidak?
e) Saat
upara adat tradisonal suku mee kadang-kadang kaum prempuan menggunakan
mengunakan celana dalam, apakah itu budaya kita atau tidak?
Saya
pribadi sendiri katakan itu salah, karena lima poin pertanyaan tersebut diatas
adalah bukan budaya kita yang turung temurung oleh moyang. Tiga poin itu
sebutkan saja budaya asing (Pendatang) yang masuk kemeeuwoo untuk merusak atau
mengamcam sosial budaya yang sudah ada di daerah meeuwoodide.
Sebenarnya
namanya Pestifal budaya adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh
masyarakat mee untuk melestarikan budaya
leluhur. Maka itu masyarakat yang ikut sertakan dalam kegiatan tersebut dan
orang-orang yang memegang atau mengadakan pestifal budaya harus belajar dan
pahami betul-betul, budaya suku mee itu apa?
Meeuwoodide
pada zaman sekarang hidup di pandangan orang lain, seperti orang –orang asing
(Afrika, Amerika) menurut saya tidak sangat Efektif dan efisien, budaya kita suku mee sudah lupa
atau ketinggalan zaman, pada hal budaya suku mee adalah budaya yang turung
temurung dari moyang kita, tetapi kenapa zaman sekarang lupa dengan budaya
kita, mala ikut atau terpengaruh dengan budaya asing (Pendatang)?
Permasalahan
tersebut diatas saya mahasiswa berasal meeuwodide tegaskan kepada kaum
intektual meeuwodide bahwa, jangan kita terpengaruh dengan budaya-budaya asing
(pendatang), tapi mari kita satukan barisan untuk melestarikan budaya tersebut,
karena budaya kita adalah salah satu citra Tuhan yang berikan kepada kita.
Kiranya bisa memhami
dan melestarikan budaya kita suku mee.
Penuli Adalah INATA NAWE YOKA Bandung Jawa Barat.
Bandung 05/01/2016
Jhon
dumupa Bomaka Yoka.
Label:
BUDAYA
